Pada kolam ikan apapun atau lele yang terbuat dari semen atau beton, apabila masih baru dibuat, pada umumnya masih berbau. Jika langsung ditebar ikan didalamnya, ikan bisa langsung mabuk keracunan dan akhirnya ujungnya bisa berakibat kematian. Nah, untuk menghilangkan bau semen tersebut, ada perlakuan yang perlu dilakukan saat kolam semen tersebut sudah benar-benar kering. Pastikan beton semen sudah kering dan keras.
Caranya, jika tidak tergesa-gesa, cukup merendam kolam tersebut dengan cara diisi air sampai penuh dan dikuras setiap 3 hari dan kemudian diisi kembali. Hal ini dilakukan berulang sampai dengan 1 minggu. Untuk cara lebih singkat, kita bisa memakai bantuan irisan batang pisang yang digosokkan ke seluruh dinding dan dasar kolam. Setelah digosok, kemudian kolam diisi sampai penuh. Keesokan harinya kuras dan digosok kembali dan lalu diisi kembali. Esoknya, tinggal kuras dan kolam sudah siap dipakai.
Ada gak ya, obat kimia untuk menghilangkan bau semen itu?
BalasHapusBelum tahu Pak Eko, maaf.
BalasHapusSampai sekarang belum juga menemukan obat kimia dimaksud dh toko2. Yang ada adalah obat mempercepat kering semen. Barangkali ada pembaca yang bisa menjawab pertanyaannya mas eko diatas?imia dimaksud dh toko2. Yang ada adalah obat mempercepat kering semen. Barangkali ada pembaca yang bisa menjawab pertanyaannya mas eko diatas?
BalasHapusMaaf gan, sesuai pengalaman saya setelah kolam diaci biarkan dulu selama 3 hari baru dikuas dengan larutan amonia, kemudian 1 jam setelah itu dicuci bersih dengan air, isi kembali kolam dengan air penuh, diamkan 1 hari maka kolam sudah siap pakai. (sesuai pengalaman saya sendiri..) semoga berguna.
BalasHapusMas / Mbak Anonim, terimakasih sudah berbagi pengalamannya disini. Saya sendiri memang belum pernah menggunakan larutan asam tersebut. Untuk masukannya, jelas sangat berguna Mas, untuk alternatif pemecahan kolam semen baru, karena selama ini yang banyak diketahui masyarakat hanya sekedar metode isi dan kuras air secara berulang-ulang. Jika boleh bertanya, kira-kira berapa persen kosentrat larutannya yang mas/mbak anonim buat?
BalasHapuscoba aja pakai TON dari natural nusantara..
BalasHapusIni produk Nasakah? Penggemar The Cash Flow Quadrant Book ya Pak Ari ? Jadi ingat ternak uang, bukunya TDW.
HapusPak...idealnya berapa perbandingan luas kolam dengan banyaknya lele ? Maturnuwun
BalasHapusBudi
Sebenarnya 1 m3 diisi 300 ekor lele sampai 600 ekor lele bisa saja Pak. Tapi perlu dipertimbangkan lagi apa tujuan kita budidaya ikan. Jika untuk skala usaha, di Jawa, dengan masih perlunya daya dukung lingkungan tertentu dan adanya ketersediaan pakan pelet, serta hasil produk lele yang diterima pasar dengan harga yang tidak terlalu tinggi, maka lele suramadu hanya bisa memrekomendasikan 1 m3 air diisi 100 ekor lele. Seandanya kita di luar negeri, dengan harga ikan budidaya per kilo minimal 200 ribu, kami sih berani saja menerapkan sistem padat tebar.
HapusSistem padat tebar tinggi maksudnya.
Hapuswah, info yang bermanfaat..
BalasHapusijin sedot ya pak..
Silahkan saja Pak Agung, semoga bermanfaat,
Hapuskalo kolamnya di kramik bagus nggak ya.....pilih warna kramik yg gelap.....?
BalasHapusKolam dengan sisi dari keramik atau granit, pada umumnya lebih baik, utamanya karena akan meminimalisir luka akibat adanya gesekan tubuh lele dengan dinding/dasar kolam. Selain itu, lumut, yang biasa ditemui pada dinding kolam semen, akan kesulitan tumbuh di kolam bersisi keramik / granit. Namun demikian, selain akan membutuhkan biaya yang tinggi, kolam jenis ini juga membuat kondisi air kolam yang miskin plankton. Untuk itu, perlu dipantau terus kondisi air kolam dan memberikan perhatian lebih terhadap kualitas pakan. Sedangkan pemilihan warna keramik, dikarenakan di alam, ikan lele suka berdiam di gorong-gorong tanah yang gelap, otomatis secara teori, lele juga akan suka pada kolam yang berwarna gelap. Namun untuk membuktikannya perlu penelitian ilmiah lebih lanjut.
Hapus