Mohon Maaf, Kemitraan Lele Suramadu sementara ini per 21-02-2013 "Bersifat Tertutup" (Terbatas Mitra-Mitra Lama Terpilih).

Rabu, 14 September 2011

Menghilangkan Bau Semen Pada Kolam Beton

Pada kolam ikan apapun atau lele yang terbuat dari semen atau beton, apabila masih baru dibuat, pada umumnya masih berbau. Jika langsung ditebar ikan didalamnya, ikan bisa langsung mabuk keracunan dan akhirnya ujungnya bisa berakibat kematian. Nah, untuk menghilangkan bau semen tersebut, ada perlakuan yang perlu dilakukan saat kolam semen tersebut sudah benar-benar kering. Pastikan beton semen sudah kering dan keras.
Caranya, jika tidak tergesa-gesa, cukup merendam kolam tersebut dengan cara diisi air sampai penuh dan dikuras setiap 3 hari dan kemudian diisi kembali. Hal ini dilakukan berulang sampai dengan 1 minggu. Untuk cara lebih singkat, kita bisa memakai bantuan irisan batang pisang yang digosokkan ke seluruh dinding dan dasar kolam. Setelah digosok, kemudian kolam diisi sampai penuh. Keesokan harinya kuras dan digosok kembali dan lalu diisi kembali. Esoknya, tinggal kuras dan kolam sudah siap dipakai.

22 komentar:

  1. Ada gak ya, obat kimia untuk menghilangkan bau semen itu?

    BalasHapus
  2. Sampai sekarang belum juga menemukan obat kimia dimaksud dh toko2. Yang ada adalah obat mempercepat kering semen. Barangkali ada pembaca yang bisa menjawab pertanyaannya mas eko diatas?imia dimaksud dh toko2. Yang ada adalah obat mempercepat kering semen. Barangkali ada pembaca yang bisa menjawab pertanyaannya mas eko diatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih ptraktis dan mudah sebelum kolam dipakai isi dulu dengan kotoran hewan + abu bekas bakaran + tanah di aduk terus taburin didasar kolam semen itu di isi air secukupnya tunggu 3 atau 5 hari sudah gitu tambahkan air langsung 10 cm insyaallah mas berhasil tanpa menguras berulang ulang kolam tersebut.bagi pengalaman aja silakan di coba

      Hapus
    2. Terimakasih masukannya Mas Rafly, dan memang mudah untuk diaplikasikan bagi semua orang.

      Hapus
  3. Maaf gan, sesuai pengalaman saya setelah kolam diaci biarkan dulu selama 3 hari baru dikuas dengan larutan amonia, kemudian 1 jam setelah itu dicuci bersih dengan air, isi kembali kolam dengan air penuh, diamkan 1 hari maka kolam sudah siap pakai. (sesuai pengalaman saya sendiri..) semoga berguna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gedebog pisang lbh singkat

      Hapus
    2. Terimakasih masukannya. Semuanya bisa dipraktekkan sendiri dan tidak beresiko.

      Hapus
  4. Mas / Mbak Anonim, terimakasih sudah berbagi pengalamannya disini. Saya sendiri memang belum pernah menggunakan larutan asam tersebut. Untuk masukannya, jelas sangat berguna Mas, untuk alternatif pemecahan kolam semen baru, karena selama ini yang banyak diketahui masyarakat hanya sekedar metode isi dan kuras air secara berulang-ulang. Jika boleh bertanya, kira-kira berapa persen kosentrat larutannya yang mas/mbak anonim buat?

    BalasHapus
  5. coba aja pakai TON dari natural nusantara..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini produk Nasakah? Penggemar The Cash Flow Quadrant Book ya Pak Ari ? Jadi ingat ternak uang, bukunya TDW.

      Hapus
  6. Pak...idealnya berapa perbandingan luas kolam dengan banyaknya lele ? Maturnuwun

    Budi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya 1 m3 diisi 300 ekor lele sampai 600 ekor lele bisa saja Pak. Tapi perlu dipertimbangkan lagi apa tujuan kita budidaya ikan. Jika untuk skala usaha, di Jawa, dengan masih perlunya daya dukung lingkungan tertentu dan adanya ketersediaan pakan pelet, serta hasil produk lele yang diterima pasar dengan harga yang tidak terlalu tinggi, maka lele suramadu hanya bisa memrekomendasikan 1 m3 air diisi 100 ekor lele. Seandanya kita di luar negeri, dengan harga ikan budidaya per kilo minimal 200 ribu, kami sih berani saja menerapkan sistem padat tebar.

      Hapus
    2. Sistem padat tebar tinggi maksudnya.

      Hapus
    3. 1 meter3 1000 (seribu) ekor

      Hapus
    4. Diisi 1000 ekor, boleh-boleh saja. Tetapkan tujuan awal terlebih dahulu.

      Hapus
  7. wah, info yang bermanfaat..
    ijin sedot ya pak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan saja Pak Agung, semoga bermanfaat,

      Hapus
  8. kalo kolamnya di kramik bagus nggak ya.....pilih warna kramik yg gelap.....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kolam dengan sisi dari keramik atau granit, pada umumnya lebih baik, utamanya karena akan meminimalisir luka akibat adanya gesekan tubuh lele dengan dinding/dasar kolam. Selain itu, lumut, yang biasa ditemui pada dinding kolam semen, akan kesulitan tumbuh di kolam bersisi keramik / granit. Namun demikian, selain akan membutuhkan biaya yang tinggi, kolam jenis ini juga membuat kondisi air kolam yang miskin plankton. Untuk itu, perlu dipantau terus kondisi air kolam dan memberikan perhatian lebih terhadap kualitas pakan. Sedangkan pemilihan warna keramik, dikarenakan di alam, ikan lele suka berdiam di gorong-gorong tanah yang gelap, otomatis secara teori, lele juga akan suka pada kolam yang berwarna gelap. Namun untuk membuktikannya perlu penelitian ilmiah lebih lanjut.

      Hapus
  9. maaf gan, kalau dasar kolam nya hanya cor an kasar biasa saja, apakah berpengaruh yg cukup fatal pada pertumbuhan ikan ?

    dan jika saya punya pendapat dasar kolam di timbun tanah sekitar 20 sampai 30cm ( untuk menghidari kerusakan / kelecetan badan ikan ) apakah akan berpengaruh pada perkembangan ikan tersebut...???

    sebelum nya terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami kira tidak masalah asal kepadatannya normal. Beberapa pihak memang mengkhawatirkan kondisi tersebut, karena mudah membuat luka. Jika sudah ada luka, maka bibit penyakit mudah masuk melalui luka yang ada.
      Pemberian tanah bisa memberi keuntungan dan kerugian. Keuntungannya seperti menjadikan media bagi bakteri-bakteri pengurai, sehingga air kolam bisa sehat dalam batas-batas yang normal. Salah satu kerugiannya adalah menjadikan pemanenan lebih sulit dan jika tidak dilakukan dengan benar, akan banyak luka pada kulit ikan panenan.

      Hapus